Postingan

Tentang sabar

Cap menjadi orang yang diberi label sabar itu seperti apa? Apa ada yang bisa mengukur tingkat sabar setiap orang? Tidak ada. Memungkinkan bila orang melihat aktivitasnya setiap hari. Bagaimana ia menilai cara hidupnya, caranya dalam menyikapi masalah misalnya, atau apapun itu yang membuat kesabaran termuat di dalamnya.  Membahas tentang sabar, apakah semua orang baik itu sabar? Belum tentu. Tapi apakah orang yang sabar itu baik? Yah bisa jadi. Heheh Apalagi dalam hal sabar menghadapi masalah, sabar untuk tidak melawan hal yang tidak ada manfaatnya, tidak berfaedah, itu masih dalam kategori baik. Tapi bukan berarti orang yang kalian kira selama ini sabar, tiba-tiba marahnya tidak dikendalikan. Terus buru-buru dicap orang yang tidak baik yah... Itu kurang tepat. Sebab kita tidak tahu seberapa besar masalah yang sedang dihadapi, seberapa lama amarah itu ia pendam, dan seberapa lama bersabar untuk tidak meluapkan amarahnya itu.  Memang kata sabar dan rasa sabar itu sebenarnya tida...

Kalau ada yang bilang...

    Kalau ada yang bilang. "Jadi perempuan kok galak, judes, kata-katanya suka nusuk" tidak perlu dipikirkan sampai pusing kepala dong. Jadi perempuan memang harus to the point, tidak perlu basa-basi cuma karena ingin ngobrol lama, cerita sampai berlarut-larut hingga lupa waktu. Ujung-ujungnya dapat gombalan manis tak terkira tapi abu-abu, tidak jelas.  Perempuan itu sungguh perasa. Wajar perempuan tidak gampang untuk merespon apapun yang datang. Wajar kalau perempuan pilih-pilih. Karena sejatinya perempuan, apalagi yang telah beranjak dewasa adalah pemilih yang sudah terasah. Terasah dari korban penjelajahan laki-laki, gombalan maut penuh dusta, dan juga janji manis yang berharap digubris.  Seiring waktu, perempuan akan tahu mana yang asli dan mana yang palsu. Mana yang hanya sekedar singgah mana yang sungguh. Mana yang serius dan yang hanya sok-sok misterius, berharap perempuan cari tahu seluk beluknya. Semua akan terdeteksi dengan cepat.  Untukmu wahai penjaj...

Setidaknya tahu keadaan

            Hubungan yang menjadi renggang itu sebabnya lebih sering terjadi karena faktor internalnya sendiri. Bisa jadi atau malah sering kali terjadi karena kurangnya pengertian antara kedua belah pihak. Yah sikap yang pasti ada dalam diri, entah berapa persen banyaknya. Yah ketika sikap egois yang berperan, dengan adanya hal itu akan besar peluangnya hubungan jadi renggang, timbul marah -marah an, putus, bahkan sampai cerai terealisasikan.           Kadang dalam kondisi saking marahnya seseorang, berakibat pada persepsi yang hanya melihat satu jalur saja. Tanpa melihat dan mengoreksi kembali jalur yang telah atau bahkan telah ditamatkan. Kadang apa yang akan, sedang, bahkan telah selesai dilakukan semuanya dianggap benar, paling baik, dan hal yang paling tepat diantara pilihan yang ada.             Padahal itu belum, sebab kacamata yang digunakan untuk melihat masalah itu hanya kacama...

Jejak langkah kebaikan

Apalagi yang perlu kita lakukan di dunia ini selain berbuat kebaikan?  Proses berbebah juga dapat kita lakukan dengan menjaga langkah kita menuju kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sekuat tenaga berusaha mendorong dan terus menumbuhkan jiwa kemanusiaan demi meningkatkan fase ketaatan kepada-Nya.  Dalam keseharian selama aku bersungguh-sungguh untuk berubah dan ingin berbenah kearah yang lebih baik, banyak yang aku perhatikan untuk bisa menjaga baik pergaulan maupun perkataan adalah dengan cara bergabung bersama orang-orang yang punya tujuan yang sama, menyibukkan diri dalam urusan kemanusiaan, aktivitas dakwah, sibuk menghadiri majelis-majelis ilmu bersama, mengubah kebiasaan-kebiasaan yang hanya berujung pada kesia-siaan dan hanya membuang waktu dan kesempatan. Makin kita berjalan dan berkelana menempuh jarak yang jauh, selagi dalam lintas kebaikan dan bermanfaat untuk orang sekitar yakinlah tidak ada deretan langkah yang akan sia-sia dan hanya membuang waktu. Dengan niat ...

Mengolah rasa

Gambar
   Perpisahan itu jelas ada rasa sakitnya. Perpisahan itu ada rasa bahagianya. Rasa yang jelas banyak diharapkan adalah bahagia bukan?. Tapi apapun hasil akhir dari suatu perpisahan pasti meninggalkan jejak juga makna tersendiri bagi yang mengalami. Rasa sakit baginya bisa saja menjadi pengobat jiwanya untuk sesuatu hal tertentu, rasa sakit mungkin menjadi ujian yang banyak memberikannya pelajaran hidup, atau rasa sakit itu membuat dirinya bahagia di masa depannya, karena rasa sakit itu telah mengarahkan dia untuk berpikir lebih baik lagi untuk tidak lagi mengulang hal yang sama. Beda orang tentu akan berbeda kisah dan cara pandangnya akan segala hal yang terjadi.  Awal pertemuan yang berakhir dengan yang namanya momentum perpisahan pasti akan menyisakan kenangan. Menyisakan kenangan baik dan buruk atau meninggalkan rasa yang bercampur aduk. Bukanlah hal baru dalam hidup ini mendengar semua itu, makin bertambahnya usia makin banyak pelajaran hidup. Pelajaran hidup yang membua...

Diungkapkan atau dipendam

Gambar
  Perasaan yang kita rasakan untuk seseorang itu tidak pernah sekalipun ada perencanaan sebelumnya. Sama sekali tidak pernah dan kapanpun itu tidak akan bisa. Memilih untuk di kehidupan esok ingin dekat siapa, atau hal yang diluar kendali memilih untuk merasakan rasa yang mana. Benci kah? Rindu kah? Sayang kah? Kagum? Peka? Resah? Galau? Atau perpaduan rasa seperti, benci tapi cinta mungkin? Semuanya bukan kendali diri kita.  Di kehidupan ini, apa pernah meminta akan jatuh hati pada pasangan halalmu yang sekarang? Apa pernah meminta untuk sayang padanya? Apa pernah menjadwalkan jatuh hati 1 tahun kemudian? Apa pernah merencanakan kekecewaan? Tidak. Semua berjalan sesuai skenario-Nya. Semua berjalan seperti arus sungai yang mengalir. Pun sebelum bahagia seperti sekarang ini, hubungan pasti pernah ada perselisihan atau semacamnya.  Dalam semesta, rasa seakan selalu hadir seenaknya. Kadang ia datang di waktu yang tepat, dan katanya kadang ia juga datang di waktu yang salah. ...

Kenali dulu, sebab orang lain hanya mampu menilai

Gambar
Seseorang yang mengetahui sesuatu dari diri seseorang yang lain hanya lewat mulut ke mulut, cerita satu ke cerita yang lain, tanpa mencari kebenarannya, juga tidak mengenal lebih dekat. Bagaimana caranya dengan mudahnya menyampaikan perihal seseorang ke seseorang yang lain dan parahnya lagi perihal tersebut dipercaya. Luar biasanya ucapan yang dilontarkan, diterima mentah-mentah tanpa ragu, padahal kebenarannya masih tidak bisa dipercaya sama sekali. Warbiasahh..... Entah ada apa yang melatarbelakangi kemampuan merangkai cerita tentang seseorang tersebut. Ada sinyal apa yang mampu memberi informasi, ada kekuatan apa hingga mampu mengenal dan menyimpulkan tentang seseorang tanpa adanya suatu hubungan seperti komunikasi. Kata orang Makassar “Nakke herang tong”. Yang dikhawatirkan informasi yang disebar ke orang lain itu adalah sesuatu yang keliru dan bisa merugikan orang lain.  Jangan sampai kata-kata yang berupa informasi yang diterima, entah akarnya berasal darimana, valid atau tid...